HANGATNYA TRADISI MEGENGAN DI SALAH SATU SUDUT KAMPUNG KELURAHAN MERJOSARI

20 Feb 2026 | PUBLISHER PENGURUS RT 02 RW 13 MERJOSARI

Joyo Pringgandani – Warga RT 02 RW 13 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menyelenggarakan rangkaian tradisi Megengan dengan penuh khidmat dan kebersamaan pada hari Selasa 17 Februari 2026. Kegiatan yang digelar di Musholla Sabilul Khair (Ikasa Regency E-1, Jl. Joyo Pringgandani RT 02 RW 13 Kelurahan Merjosari), menjadi momentum spiritual dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah.

Sejarah dan Makna Tradisi Megengan

Megengan merupakan tradisi masyarakat Jawa yang telah mengakar sejak lama sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadan. Istilah “megengan” berasal dari kata megeng yang berarti menahan, selaras dengan makna puasa sebagai ibadah menahan diri dari segala hal yang membatalkan dan mengurangi pahala. Tradisi ini biasanya diisi dengan doa bersama, tahlil, khataman Al-Qur’an, serta berbagi hidangan kepada sesama sebagai simbol syukur dan permohonan ampunan kepada Allah SWT. Di berbagai daerah, Megengan juga identik dengan pembagian kue apem yang dimaknai sebagai simbol permohonan maaf. Nilai utama dari tradisi ini adalah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kesiapan spiritual sebelum memasuki Ramadan.

Rangkaian Acara Penuh Khidmat

Rangkaian kegiatan Megengan di lingkungan RT 02 RW 13 dimulai sejak pagi hari. Sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, warga melaksanakan khataman Al-Qur’an secara bersama-sama di musholla. Lantunan ayat-ayat suci menggema dengan khusyuk, menciptakan suasana yang damai dan penuh ketenangan. Setelah beristirahat sejenak, kegiatan dilanjutkan kembali pada pukul 16.00 WIB atau ba’da Ashar hingga menjelang Maghrib. Pada sesi sore ini, khataman Al-Qur’an diteruskan sambil menunggu warga yang datang silih berganti membawa berbagai hidangan dari rumah masing-masing sebagai persiapan doa bersama.

Memasuki pukul 18.15 WIB, seusai shalat Maghrib berjamaah, seluruh warga berkumpul untuk melaksanakan doa bersama. Doa khatam Al-Qur’an dipimpin oleh Ustad Addin Kholisin selaku pengasuh PPTQ Ribhatul Qur’an Wal Qira’at yang berada di lingkungan RT 02 RW 13 Kelurahan Merjosari, sementara pembacaan tahlil dipimpin oleh Ustad Bambang Irawan. Suasana haru dan kekhusyukan begitu terasa ketika seluruh jamaah menengadahkan tangan, memanjatkan doa agar diberikan kesehatan, kelancaran, serta keberkahan dalam menjalani ibadah Ramadan.

Usai doa bersama, warga saling menukar makanan yang telah dibawa dari rumah untuk kemudian dibagikan kembali secara merata. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur, sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Sambil menikmati hidangan dan bercengkrama hangat, warga menunggu waktu shalat Isya’ berjamaah tiba, menutup rangkaian Megengan dengan penuh kebahagiaan dan rasa persaudaraan yang semakin kuat.

Melalui kegiatan ini, warga RT 02 RW 13 Kelurahan Merjosari berharap tradisi Megengan dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus sarana memperkokoh nilai religius dan sosial di tengah kehidupan masyarakat.